Partisipasi Politik Atau Mobilisasi Massa
Menyelamatkan KPK
Setiap komisi negara di Indonesia tampaknya punya kisah kisruhnya sendiri. Komnas HAM periode lalu sudah kisruh sejak awal mereka bekerja karena soal jabatan ketua, mobil dinas, dan mungkin hal-hal tidak berguna lainnya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) kisruh ketika beberapa komisionernya terbukti korupsi, dan kisruh-kisruh lain yang berlangsung sampai belakangan ini. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kisruh di zaman Kabareskrim Jendral Susno Duaji yang melahirkan drama Cicak vs. Buaya
Rasio dan Kapitalisme, dan Makna yang Menguap
Liberalisme dan ekonomi pasar selalu mendorong setiap individu melepaskan kekangan. Kita ingat kapitalisme awal dengan prinsip laisez faire. Versi awal semboyan ini adalah laisez faire, laisez passer, le monde va de lui même, yang konon merujuk pada ungkapan dari pedagang Cina.
Bagi Kuasa
Dalam setiap kemelut hidup, pegangan terakhir kita adalah akal sehat. Karena ia adalah batas terakhir kesanggupan intelektual kita memahami dan menafsirkan realitas. Setiap persoalan yang berada di luar jangkauan akal sehat akan menerbitkan rasa takut, serba asing, membingungkan, kaotik. Bankrutnya sebuah bangsa juga bisa dilihat dari sejauh mana akal sehat masyarakatnya (common sense) mengalami cedera.
Komunalisme & Demokrasi
Perkembangan dunia akibat kemajuan perekonomian, hubungan antarmanusia, sains dan teknologi telah melahirkan dorongan balik untuk menguatkan kembali ikatan-ikatan tradisional. Ini seperti mengingatkan kita kepada tesis Vilfredo Pareto bahwa tindakan manusia pada dasarnya hanya meliputi residu (sentimen-sentimen tidak logis) dan derivasi untuk memberi legitimasi pada tindakan-tindakan tersebut setelahnya.
Dr. Faust dan Dr. Fulan
Dr. Faust dalam karya Goethe menjual jiwanya kepada iblis Mephistopeles agar bisa menguasai ilmu pengetahuan tanpa batas dan meraih kesenangan duniawi. Dr. Fulan di Indonesia menggadaikan jiwanya kepada orang kaya/berkuasa untuk ikut menjadi kaya raya. Yang satu ingin menguasai dunia, yang satu hanya ingin bisa meniru gaya hidup kelas di atasnya. Emulasi. Parvenu
Minoritas, Multikulturalisme, Modernitas
Kalau Gerakan Aceh Merdeka bisa dianggap sebagai bentuk-bentuk artikulasi kepentingan warga yang diterjemahkan ke dalam praktek perlawanan bersenjata, di banyak tempat lain pada dasarnya kita dengan mudah bisa menemukan berbagai bentuk persoalan kewarganegaraan yang tidak kalah pentingnya.
Hidayat Nur Wahid: PKS dan Konsumerisme Baru
Akankah Hidayat Nur Wahid bisa mengubah sejarah ataukah justru dirinya sendiri yang akan berubah oleh waktu dan lingkungan? Akankah ia kukuh tegak sebagai sebuah suar moral dan asketisme ataukah ia akan lumat oleh hantaman godaan politik dan konsumerisme? Waktu yang akan menjawabnya kelak.
Pemilu dan Nasib Bangsa
Maka kalau pun mau menggunakan analogi makanan, Pemilu bukan proses memasaknya melainkan lebih mudah dipahami sebagai pekan (bahasa Jawa, peken) atau bazar bermacam-macam makanan dengan kualitas seadanya. Partai-partai politiklah yang menjajakan dagangan politiknya dalam bentuk para kandidat.
LSM Vs. Partai Politik
Sejak kekuasaan formal Seoharto gempa, banyak hal berubah. Ketika partai-partai politik di Indonesia bisa dibiakkan seperti bebek, berjumlah banyak, lantas apa yang bisa dilakukan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)? Dalam demokrasi, partai politik adalah saluran paling handal untuk mengerahkan dan mengartikulasikan kepentingan rakyat dari seluruh lapisan.
Meretas Batas: tentang kepompong dan kupu-kupu
Kepompong kultural mengasuh kita untuk menjadi kupu-kupu yang bisa terbang melintasi banyak batas. Menjadi manusia yang terus memperkaya pengalaman dan mengatasi purbasangka.
Membuka Jendela Rusak, Melihat Indonesia Kita Kini
Pers (Bukan) Cermin Realitas
Analogi semacam itu hanya tepat diberlakukan pada konteks awal-awal pertumbuhan media independen pada abad ke-17 di Eropa sebelum semuanya dikelola menjadi industri dengan modal raksasa seperti sekarang. Tapi era tersebut sudah lama sekali lewat. Sekarang media adalah soal kepentingan bisnis, sebagiannya dalam skala gigantik sedunia.
Renungan kecil ikhwal puasa, lebaran, dan kita
Puasa pada dasarnya adalah sosok agung seorang ibu yang di dalam rahimnya berlangsung proses-proses spiritual, bukan digital, yang memungkinkan kita terlahir kembali sebagai manusia baru. Setelah puasa yang tersedia luas bagi kita adalah ruang dan kemungkinan untuk meremajakan kembali hidup, yang mungkin sudah kusut masai oleh kepongahan, lupa diri, dan bakhil.
Mudik: Konsumsi dan Nostalgia
Mudik lebaran adalah proses pertemuan antara harapan tentang kelahiran kembali, dan nostalgia manusia-manusia modern yang diobsesi oleh kemurnian. Merayakannya orang memang pantas berhenti berproduksi dan berkonsentrasi pada konsumsi. Karena saat itulah kekangan berakhir, dan orang hanya butuh pelepasan psikologis untuk satu momen paling menggembirakan. Selamat Idul Fitri.
Setelah Tgl. 9 April 2009 Berlalu
Muka-muka politisi itu seperti berubah menjadi momok yang terus menguntit kita ke mana pun dalam ruang-ruang publik. Menjadi tirani yang menelikung kita tanpa bisa mengelak. Maka kalau pun ada yang harus disyukuri dari berlangsungnya Pemilu Legislatif 9 April 2009 lalu, itu adalah berkurangnya kepenatan mata dan psikologis warga negara akibat pelototan muka-muka pencari suara itu.
Kisah Dua Forum
Padahal saya melihat bahwa para peserta workshop banyak yang sudah sangat mumpuni di bidangnya masing-masing. Saya kemudian memutuskan untuk melibatkan seluruh peserta sebagai pengatur lalulintas acara. Maka jadilah workshop itu sebuah forum yang sepenuhnya diatur oleh para pesertanya sendiri. Dari situ saya mulai merasa bahwa format semacam itu mungkin lebih cocok untuk kalangan LSM atau kelompok intelektual publik pada umumnya.
Bill Gates dan Burung Hantu dalam Lingkungan Informasi Baru
Dilemma moral dalam melihat perkembangan sains dan teknologi mutakhir. Apakah sains dan teknologi harus tunduk di bawah imperatif-imperatif moral ataukah justru moral yang harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi?
Pembohong Publik
Soeharto pergi meninggalkan sebuah lobang hitam sentripetal kekuasaan. Ke sanalah semua orang terhisap masuk tanpa bisa ke luar. Kini kita makin bisa merasakan bagaimana kekuasaan begitu agung, dan semua orang menatapnya penuh takjub. Dalam setiap bualan Amien Rais, Gus Dur atau Akbar Tanjung kita bisa menangkap obsesi yang begitu kuat sekaligus sikap takzim pada kekuasaan. MPR lantas berubah jadi gelanggang tempat keagungan itu diperebutkan, dan orang boleh merasa yakin bahwa drama besar kekuasaan akan segera lahir.
Something is Rotten in the State of Denmark
Saya selalu tergoda membayangkan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh Horatio, ketika tubuh-tubuh para bangsawan ksatria Kerajaan Denmark yang terhormat itu, satu per satu membujur disungkurkan oleh kematian? Kejahatan, culas, benci, dendam, pembalasan, justa, serakah, berahi, dan cinta yang karam beraduk tuntas, dan kerajaan seperti terbenam dalam lumpur maut, tanpa peluang bisa keluar selamat.
Sumerdaya Alam dan Kemiskinan
Kekayaan dan/atau kelangkaan sumber daya alam dalam relasinya dengan kemakmuran dan/atau kemiskinan masyarakat sebuah negara, paling tidak, bisa dilihat dari dua jurusan yang berbeda bahkan bertolak belakang satu dengan lainnya.
Politik Bimantoro
Tepatkah sikap Kapolri Bimantoro menolak putusan Presiden baru-baru ini? Dalam situasi sekarang, jawaban apa pun pasti tidak lepas dari prasangka dan kepentingan politik. Yang mendukung, sebagian besar anggota DPR, jelas berkepentingan karena sejauh ini sikap kepolisian memang cenderung menguntungkan mereka. Apalagi jika ini dikaitkan dengan kemungkinan presiden mengeluarkan dekrit pembubaran parlemen
Tarik-Tolak Kesatuan dan Perbedaan: Tentang Minoritas dan Peran Negara
Indonesia memperlihatkan bagaimana kutukan Babel dihindari dari dua jurusan: pertama melalui penciptaan sebuah nation yang mencoba melepaskan diri dari etnis, dan; kedua, melalui pemilihan bahasa Indonesia sebagai lingua franca.
Mengenang Beberapa Pertemuan Saya dan Daniel Dhakidae
Satu figur raksasa pemikiran sosial di Indonesia telah pergi. Ini adalah beberapa fragmen pertemuan di antara kami dalam beberapa belas tahun belakangan ini.
Liber Amicorum untuk Muridan, Rekognisi untuk Papua
Muridan dikenal cukup luas karena penelitian dan komitmennya pada persoalan-persoalan yang sedang terjadi di Papua. Jejaknya dalam persoalan-persoalan Papua adalah bukti tentang sosoknya yang tidak pernah berhenti hanya menjadi seorang peneliti.
Jihad
Setiap kali bom meledak di sebuah rumah ibadah, seluruh pihak berlomba cepat menafikan kaitannya dengan agama. Bahkan di kalangan mereka yang tiap hari jadi para penganjur jihad. Mengapa para pelaku teror bom itu mendadak diperlakukan sebagai orang yang tidak beragama? Jangankan dianggap berjasa membela ajaran suci, diakui seagama saja pun tidak.
Marx tentang Manusia, Kerja, dan Alienasi
Dalam pandangan Marxis, basis material masyarakat menentukan bentuk kebudayaannya, bukan sebaliknya. Prognosis Marx berangkat dari pemahaman tentang sejarah yang, berbeda dari Hegel atau Feuerbach, kemudian lebih dikenal sebagai the materialist conception of history (Mises, 1951: 352-53).
iPod, Therefore I am
iPod juga bisa dilihat sebagai sebentuk “affordable luxury”, kemewahan yang terjangkau. Ini akan terdengar sedikit oximoronis, karena ungkapan “mewah” biasanya bertolak belakang dengan “terjangkau” yang bisa berarti murah.
Ekonomi Tsunami dan Lenonisme
Hamburan informasi (visual, tekstual, dan audio) tentang bencana tsunami belakangan ini memberi impresi seolah sejarah Aceh sedang hendak ditulis ulang. Pekabaran media massa tentang tragedi ini benar-benar melahirkan horor di setiap kepala.
Distorsi Realitas
Kita kadang lupa bahwa setiap perumpamaan pada dasarnya adalah simplifikasi. Dan setiap simplifikasi bukan lain adalah distorsi realitas. Perumpamaan hubungan antara MPR dan presiden seperti relasi antara guru dan murid, misalnya, bukan saja bodoh tapi juga sangat berbahaya.
Menimbang buku Global Transformation and the Third World
Globalisasi antara lain dicirikan oleh makin susutnya peran dan dominasi negara digantikan oleh korporasi-korporasi transnasional atau Perusahaan Multinasional (Multi-National Corporations atau MNC).
Lokalitas | Komunitas dan diskusi kecil tentang Indonesia
Di mana letak Indonesia di dalam diskursus tentang lokalitas? Atau sebaliknya, di mana lokalitas di dalam hiruk-pikuk tentang Indonesia yang menghimpun menjadi kelimun yang disebut bangsa?
Ginandjar-Gate
Penangkapan Ginanjar kemudian malah berkembang menjadi sebuah skandal politik baru. Logika rumusan klasik “musuh dari musuhku adalah kawanku” dipakai sebagai basis sebuah politik pembentukan persepsi.
Pendekatan Modern Kritik Ideologi
Ada banyak pendekatan kajian ideologi telah dikembangkan dalam ilmu sosial kontemporer. Dua di antaranya adalah pendekatan aliran Marxist strukturalis Prancis yang terutama dikembangkan oleh
Gudang
Tampilkan tulisan-tulisan terdahulu
Menimbang Amien Rais
Katakanlah Gus Dur dijatuhkan tahun ini. Setelah itu apa? Siapa menyusul? Selain Mega jadi presiden, satu jawaban lain yang mungkin adalah: menurunkan Amien Rais! Mengapa tidak?
Minoritas, Konformitas dan Jumlah yang Tidak Selalu Jelas
Bukan fakta tentang minoritas yang penting dan harus menjadi perhatian utama, melainkan representasi sebagai "yang minor", "yang lain", "yang harus diadabkan", "yang terbelakang", "yang tertinggal", "yang terpencil" "yang eksotis" , "yang tidak resmi", "yang bukan pribumi".
Demokrasi Komikal
Entah bagaimana, bayangan kita tentang demokrasi mungkin memang dibentuk dari wacana yang sejak kecil ditumpukkan di kepala: kisah-kisah tentang para pendekar pembela kebenaran dalam cerita-cerita komik silat dan superhero.
Normalisme Jakarta
Bagi sebagian orang, ada satu hal yang disyukuri setiap kali Jakarta disergap kecemasan: banyak ruas jalan akan sepi, lalu lintas akan sangat lancar, dan Jakarta jadi terasa lebih manusiawi.
Tauladan SBY
Kita tahu, orang sama sekali tidak butuh keberanian untuk menentang kekuasaan saat ini. Apa yang ditakutkan dari sebuah kuasa yang tangannya satu persatu telah dibuntungi: melalui undang-undang atau tap MPR.
Cogito Orgasmus. Coito Ergo Sum
Segenap imajinasi diteruskan menjadi fantasi dan lantas dihamburkan menjadi citra-citra estetik di depan mata. Imajinasi, fantasi dan kehidupan baraduk sudah. Di depan layar komputer semua orang bisa dibuat terangkat ke tingkat kepuasan paling pucuk, orgasme kapan saja.
Diaptheirein
Ketika ia menolak diselundupkan ke luar penjara oleh murid-muridnya, dan lebih memilih racun untuk menghabisi hidupnya sendiri, ia sontak berubah jadi monumen tragedi kebebasan melawan demokrasi.
Imlek dan Kerinduan Kita Pada Timur
Videologi Politik
Banyak hal yang bisa berubah dalam 5 sampai 10 detik. Apa yang berharga dari kilas watku sesingkat itu?
Virus Media! Agenda Teselubung dalam Budaya Popular
Penulis buku ini seolah ingin menegaskan kembali kepercayaan bahwa “kepak sayap kupu-kupu di Cina bisa menimbulkan badai tropis di New York” (hlm, 15).
Tentang VW Tua dan Rekonsiliasi Kultural
Dua mobil VW (Volkswagon) tua mungkin bisa sedikit bercerita tentang komitmen Bisri Effendi (BE) dalam upaya panjangnya untuk rekonsiliasi kultural di banyak tempat di Indonesia.
Mengapa Keadilan Musti Dicari?
Kebebasan adalah bagian dari anarkhi. Mengapa musti dicari-cari? Keadilan adalah produk kekuasaan. Di sana ada relasi dominasi. Megnapa musti ditegakkan?
Inflasi Doktor
Gelar yang sangat terhormat itu kemudian akan menjadi komoditi seperti kubis, cabe merah dan bawang kriting di Pasar Klewer yang harga-harganya rutin diumumkan sehabis warta berita di RRI.
Minoritas, Multikultural(isme), Demokrasi.
Pertanyaan klasik yang selalu bisa diulang adalah apakah negara harus berada pada posisi netral ataukah ia harus mengadopsi nilai-nilai dan kepentingan kelompok dominan (mayoritas)?
Kekalahan Tradisi Lisan: Merenungkan Bojongpari
Tidaklah mengherankan ketika kita mendengar dari Levi Strauss tentang pemujaan yang hampir bersifat aphoteosistik dari masyarakat primitif kepada mereka yang menguasai baca-tulis: yang bisa membaca dan menulis adalah para dewa.
Dataveillance: SIN dan Kebebasan Individu
Almarhum filsuf utilitarian Inggris abad ke-18, Jeremy Bentham, tiba-tiba saja jadi penasihat presiden Susiolo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menghadapi korupsi di Indonesia.
Spektrum Toleransi/Intoleransi
Di balik segala bentuk baku kecam dan kebencian berbasis identitas, yang diuntungkan tetap saja korporasi-korporasi besar kapitalisme digital.
Senarai Kisah dari Sulawesi
Seperti halnya Sumatra, wilayah Sulawesi juga ditandai oleh tingginya derajat keragaman dari wilayah selatan hingga ke utara, dengan sejarah persaingan antara kelompok-kelompok etnis besar dalam memperebutkan dominasi terhadap sumber-sumber ekonomi dan kekuasaan.
Membuka Kembali Wacana Civil Rights
Dalam demokrasi rakyat hanya memiliki dua sumber kekuatan untuk mengontrol jalannya pemerintahan: pajak dan suara (vote) dalam pemilihan umum.
Empat Huruf yang Menyakitkan
Lantas apa yang didapat dari setiap kemurkaan yang ramai diteriakkan itu? Padahal tidak pernah ada Krishna di sebelah kita hari-hari ini.
Mengenang Radjimo
Sepokok pohon sawo di halaman depan rumah saya roboh oleh hujan deras di malam Jum'at. Seorang sahabat pergi untuk selamanya di Jum'at pagi. Selamat jalan.
Kritisisme Tengah-Atas
Kita telah kehilangan seluruh hak kita dimulai dari hilangnya hak kita untuk bicara. Sartre menulis kalimat ini pada 1944 ketika Prancis berada dalam masa pendudukan Jerman.
Harimau Minahasa: tentang kembara dan rasa aman warga
Sebagian dari kita yang hidup sebagai migran di Jakarta atau di kota-kota lain pasti membutuhkan lebih dari sekedar jaminan penjagaan mitis untuk hidup lebih nyaman. Bisa lewat konsumsi tapi bisa juga lewat agama.
Teori Pembangunan dan Dances With Wolves
Masihkan relevankah perdebatan paradigma pembangunan setelah Orde Baru runtuh? Bersama Suharto, diskursus paradigma pembangunan ekonomi dalam ilmu sosial di Indonesia seolah ikut lenyap dari perdebatan.
Politik dan Kegilaan
Beberapa orang yang dicalonkan sebagai anggota DPR pada Pemilu 2004 terbukti sakit jiwa dan memalsukan ijazah pendidikannya. Orang cenderung mencari penjelas yang mudah, bahwa itu merupakan bukti dari kemerosotan moral masyarakat kita.
Wacana Kekerasan, Teror Politik
Kekerasan pada akhirnya adalah sebentuk komoditi ekonomi pula. Wacana tentangnya niscaya diproduksi, didistribusikan, dan direproduksi bahkan direplikasi pada hampir setiap momentum politik.
Presiden Baru: Antara Ilusi dan Disilusi
Almarhum Nietzche menuding demokrasi tidak lebih dari “a mania of counting nose”. Nietzche mungkin terlampau berlebihan, tapi bukan berarti aforismanya itu sama sekali tidak relevan untuk konteks politik kita sekarang.
Dua Skenario Pasca 20 September 2004
Ketika pilihan yang tersisa hanya tinggal dua kandidat dan Golput, sudah saatnya fokus perhatian kita digeser pada proses demokrasi pasca Pemilu.
Calon Presiden, Obsesi Kesempurnaan Ragawi
Apa yang terjadi di balik kasus ditotalknya pencalonan Gus Dur oleh KPU pada 2004?
Kekuatan Lama dan Baru dalam Pemilu 2004
Dalam kaitannya dengan sisa-sisa Orde Baru, tidak mudah untuk membedakan kelompok-kelompok yang bersaing dalam Pemilu 2004.
Gambar dan Kata dalam Pemilu
Memilih nama yang ditulis atau foto kandidat dalam sebuah pemilu bukan soal sederhana.
Dongeng Kecil tentang Shokunin (Extended Version)
Lepas dari hal-hal melodramatis itu, Japanese Woodworking Tools. Their Tradition, Spirit and Use (1984), yang ditulis oleh Toshio Odate menghubungkan saya secara imajinatif dengan bunyi-bunyi yang saya sukai tadi. Karena itu ia jadi bacaan favorit saya tahun 2020 ini.
Jawa
Berbahagiakah orang Jawa dengan kehadiran teknologi internet? Tidakah melalui world wide web mereka bisa mereka bisa mendapatkan
Realitas Virtual dan Makin Luruhnya Bangsa
Masihkah kita bisa yakin dengan penataran, sementara kian hari semakin banyak kaum tua dimakamkan?
Menimbang Dua Jalan Lurus
Kalau politik dan agama begitu dekat dengan bahkan tidak bisa dipisahkan dari hidup kita sehari-hari, di mana sebetulnya batas kapan Read More
Koservatisme Kapitalis dan Radikalisme Kultural
Karangan singkat ini akan mencoba mencapai status sebagai pengantar pada khasanah pemikiran Daniel Bell dari dua jurusan. Pada jurusan yang pertama, Daniel Bell akan dilihat sebagai sosok individual dengan riwayat hidup yang cukup menarik dalam konteks sejarah perkembangan sosial masyarakat tempat hidupnya.
Komedi Kritik!
Mengapa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sering mengadakan konferensi pers hanya untuk menanggapi kritik lawan-lawan politiknya yang sebenarnya tidak begitu penting? Kritiknya sendiri mungkin memang penting, tapi mengalokasikan ruang dan waktu khusus di depan publik untuk menanggapi itu semua, tidak akan menghasilkan apa pun selain impresi bahwa ia adalah seorang tokoh yang memang rawan
Terowongan Waktu dan Ruang Dunia Hyperreal
Masih ingat The Time Tunnel? Sekitar lima belas tahun "yang lain", film ini diputar TVRI setiap jum'at malam dengan rasa bangga. Ini adalah sebuah serial science fiction Amerika dengan segala congkak sekaligus kebaikan hatinya. Gagasannya secara lengkap terpresentasikan dalam judul yang diangkatnya: Terowongan Waktu.
Seniman dan Paradoks Cyberspace
Mari sejenak mengenang Shakespeare. Dalam A Midsummer Night's Dream, pemegang rahim kata-kata ini antar lain menulis begini: "and, as imagination bodies forth the forms of things unknown, the poet's pen turn them to shapes, and gives to airy nothing, a local habitation and a name". Dunia aktual sepertinya memang ditakdirkan hanya untuk orang-orang cupet
Di Balik Sebuah Perang Suci
Empat sistem operasi komputer personal, Mac OS, DOS, OS2/Warp, dan Windows 9x saling berlomba merebut kesetiaan konsumen. Apa sebenarnya fungsi terpenting dari sebuah sistem operasi pada sebuah komputer? Mengapa begitu banyak orang membelanjakan uangnya untuk sekumpulan kode-kode program yang tak sepenuhnya bisa mereka pahami? Mengapa sekian banyak perusahaan mau menanamkan modalnya hanya untuk sebuah produk perangkat lunak?
Reforma(t)si
Sejak Kamis 21 Mei 1998, ada yang harus berubah dalam ingatan kita. Kota lautan api bukan lagi Bandung, tapi Jakarta. Hari itu kita menyaksikan puncak dari segala kemelut. Asap dan bunyi senapan memerihkan hati dan menguras habis seluruh potensi ruhani. Puncaknya adalah air mata dan bau daging menghangus. Setelah itu yang datang adalah antiklimaks.
Melihat Buda Lombok dari Wetutelu
Paling tidak ada dua kemungkinan yang bisa diajukan tentang komunitas Buda Keling ini yang berkaitan dengan komunitas Wetutelu. Pertama, Buda adalah agama pra-Islam di Lombok yang masih ada sampai sekarang. Menurut kacamata ini, sebelum Islam datang ke wilayah ini, Buda dianut oleh sebagian besar masyarakat Lombok. Ketika Islam datang, sebagian kecil dari mereka tetap bertahan sampai saat ini, sebagian