Videologi Politik

Artikel Mini-Kata Koran Cepat Detik.



“Blog

Banyak hal yang bisa berubah dalam 5 sampai 10 detik. Apa yang berharga dari kilas waktu sesingkat itu? Bagi perokok seperti saya, itu adalah waktu untuk setiap hisapan penuh nikotin yang cukup berbahaya bagi kesehatan. Cerita jadi lain bagi para produsen, pemburu dan pewarta berita sekarang. Bagi mereka 5 detik cukup untuk mengubah dunia. Kita sekarang berada di zaman ketika ideologi makin banyak ditertawakan, dan orang lebih percaya pada videologi.


Kemajuan teknik telah memungkinkan para aktivis media mengkompresi informasi menjadi bit-bit data yang bisa ditransmisikan dalam hitungan detik. Setiap detik bukan lagi satuan waktu yang sinambung satu dengan lainnya, melainkan bisa bersifat disruptif, bersilang tindih, centang perenang. Penggalan-penggalan waktu telah dikonversikan menjadi paket-paket informasi yang masing-masing berdiri sendiri. Pepatah “waktu adalah uang” secara konkret diterjemahkan menjadi sistem pengelolaan berita detik ke detik, dan mutasi informasi menjadi sekedar komoditi komersial belaka.

Contoh termudah dan paling awal tentang itu tentu saja adalah siaran-siaran video musikal MTV. Tapi harubiru politik sekarang kebanyakan juga tidak bermula dari peristiwa berjam-jam seperti istigotsah atau latihan perang pasukan berani mati, melainkan dari irisan-irisan suksesif informasi berdurasi 5-10 detik dalam layar TV.

Acara-acara seperi Liputan 6 SCTV, Seputar Indonesia RCTI, Fokus Indosiar, Lintas 5 TPI atau serbuan berita-berita singkat selama 24 jam a la MetroTV jelas tidak berambisi menanamkan kepercayaan ideologis kepada penonton. Yang dirangsangnya adalah bagian terluar dari kepekaan syaraf penonton untuk menyarikan paket-paket video politik berdurasi 5 – 10 detik dengan narasi alakadarnya. Tanpa kedalaman diskursif. Karenanya, wacana yang terbentuk pun umumnya sangat trivial, bahkan kadang-kadang cenderung irrasional.

Jakarta, 7 Mei 2001