Koran Cepat Detik

Bagi-Kuasa

MiniKata Koran Cepat Detik




“Blog

Dalam setiap kemelut hidup, pegangan terakhir kita adalah akal sehat. Karena ia adalah batas terakhir kesanggupan intelektual kita memahami dan menafsirkan realitas. Setiap persoalan yang berada di luar jangkauan akal sehat akan menerbitkan rasa takut, serba asing, membingungkan, kaotik. Bankrutnya sebuah bangsa juga bisa dilihat dari sejauh mana akal sehat masyarakatnya (common sense) mengalami cedera.

Read More…

LSM Vs. Partai Politik






“Blog

Sejak kekuasaan formal Seoharto gempa, banyak hal berubah. Ketika partai-partai politik di Indonesia bisa dibiakkan seperti bebek, berjumlah banyak, lantas apa yang bisa dilakukan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)? Dalam demokrasi, partai politik adalah saluran paling handal untuk mengerahkan dan mengartikulasikan kepentingan rakyat dari seluruh lapisan. Jika ini terjadi, lembaga-lembaga sosial yang bergerak pada bidang-bidang yang secara khusus memediasi relasi antara masyarakat dengan negera, seperti banyak terjadi dalam kasus LSM Indonesia sejauh ini, kemungkinan akan kehilangan relevansinya. Konsekwensinya, lembaga-lembaga donor internasional juga boleh jadi tidak akan lagi menjadikan bantuan finansial untuk proyek-proyek demokrasi di negara berkembang sebagai prioritas strategi pendanaan mereka.

Read More…

Pesakitan Sejarah

Artikel MiniKata, Koran Cepat Detik




“Blog


Gus Dur mundur mungkin hanya tinggal soal waktu. DPR dan MPR sekarang memang berisi gerombolan orang patah arang. Lembaga-lembaga negara akhirnya hanya menjadi upaya sistemik institusionalisasi keserakahan politik. Dalam situasi seperti ini, posisi paling aman adalah semacam sikap agnostik secara politis karena:


Read More…

Pers (Bukan) Cermin Realitas!?

Artikel MiniKata, Koran Cepat Detik



“Blog

Analogi pers semata cermin realitas tampaknya sudah harus mulai ditinggalkan. Bukan saja karena ia sudah ketinggalan zaman, melainkan juga karena pada dasarnya ia didasarkan pada asumsi yang kini sulit dipertahankan. Analogi di atas mengandaikan adanya garis pemisah yang tegas antara realitas kehidupan sehari-hari dengan media yang hanya memantulkannya kembali kepada wilayah kognisi khalayak luas. Soalnya adalah apakah batas seperti itu benar-benar ada?

Read More…

Pembohong Publik

Mini-Kata, Koran Cepat Detik


“Blog

Bagi Gus Dur tuduhan berbohong kepada publik yang dilontarkan oleh musuh-musuh politiknya jelas akan membuat hidupnya kurang nyaman sepanjang umur. Puluhan tahun ia membangun citra sebagai seorang humanis, demokrat, dan salah satu tokoh muslim paling toleran di dunia. Tiba-tiba ia harus melewatkan sisa hidupnya dengan beban dosa politik begitu besar. Itu pun kalau dia peduli. Kalau dia hanya menyambutnya dengan “gitu saja kok repot!”, maka musprolah sudah semua tuduhan itu.

Read More…

Politik Bimantoro

Artikel Mini-Kata Koran Cepat Detik



“Blog

Tepatkah sikap Kapolri Bimantoro menolak putusan Presiden baru-baru ini? Dalam situasi sekarang, jawaban apa pun pasti tidak lepas dari prasangka dan kepentingan politik. Yang mendukung, sebagian besar anggota DPR, jelas berkepentingan karena sejauh ini sikap kepolisian memang cenderung menguntungkan mereka. Apalagi jika ini dikaitkan dengan kemungkinan presiden mengeluarkan dekrit pembubaran parlemen.

Read More…

Kerusuhan Yang Hanya Ada di Kepala

Sosiologi | Politik


“Blog

Jakarta seperti sebuah kota yang hampir tumpas oleh amarah. Seluruh media massa jauh-jauh hari menghimbau orang berhati-hati ke luar rumah. AM Fatwa merengek meminta sidang DPR dipindah ke kompleks tentara, dan sebagian anggota dewan yang lain minta dipersenjatai. Seluruh kota ditikam ketakutan, dan bagian terbesar warganya terkurung dalam rasa cemas dan gelisah yang menyakitkan. Mereka yang ribut ngomong potensi kerusuhan, mereka juga yang paling cepat merasa ketakutan oleh bayangannya sendiri. Jantung ekonomi seperti hendak berhenti berdetak. Kekerasan seperti monster yang mengintai di setiap jendela. Orang-orang kaya tak lagi punya nyali pamer kemewahan di jalan-jalan yang kumuh: dan saya bisa menikmati Jakarta yang jauh lebih manusiawi, zonder kemacetan. Sangat dramatis!


Read More…

Jihad

Artikel Mini-Kata Koran Cepat Detik.


“Blog

Apakah terorisme tidak beragama? Ketika bom bunuh diri diledakkan dengan sepenuh-penuhnya semangat dan keyakinan pelakunya bahwa ia sedang berjihad, seperti yang telah diajarkan kepadanya oleh pimpinan atau mungkin gurunya, mengapa setelah itu hampir semua pihak menolak tindakan tersebut dikaitakan dengan agama mana pun?

Read More…

Distorsi Realitas

Artikel Mini-Kata Koran Cepat Detik.

“Blog

Dalam hidup sehari-hari, sebuah perumpamaan sering dipakai untuk menjelaskan hal rumit agar lebih mudah dimengerti. Semacam pintu darurat yang mau tidak mau harus dipakai ketika kita kehilangan kesanggupan untuk memberi informasi yang lebih terang. Banyak orang mengira bahwa untuk setiap soal rumit selalu ada perumpamaan yang bisa dipakai sesuka hati. Kita kadang lupa bahwa setiap perumpamaan pada dasarnya adalah simplifikasi. Dan setiap simplifikasi bukan lain adalah distorsi realitas. Orde Baru adalah contoh kekuasaan yang dihidupkan oleh politik distorsi realitas ini.

Read More…

Ginandjar-Gate

Artikel Mini-Kata Koran Cepat Detik.

“Blog

Dalam kasus Ginanjar Kartasasmita, yang harus dipersoalkan bukan saja keseriusan pemerintah, melainkan juga kesungguhan kita memerangi korupsi. Mengapa orang ribut membela Ginanjar dengan pelbagai alasan?

Read More…

Kondolasi Politik untuk (Pendukung) Gus Dur

Artikel Mini-Kata Koran Cepat Detik.



“Blog

Memakai cara apa pun, tahta Abdurrahman Wahid sudah sulit dipertahankan. Agustus 2001 mungkin saatnya kita memberikan salam perpisahan pada orang yang semula begitu menjanjikan, tapi yang kemudian terbukti baru bisa berjanji. Namun jika Agustus nanti ia bisa bertahan, kemungkinan besar ia akan tetap di tahtanya sampai 2004. Sebab orang-orang partai politik akan mulai sibuk mempersiapkan pemilu, membikin janji-janji baru, membuncahkan lagi omong kosong, dan melupakan Wahid.

Read More…

Menimbang Amien Rais

Artikel Mini-Kata Koran Cepat Detik.

“Blog

Katakanlah Gus Dur dijatuhkan tahun ini. Setelah itu apa? Siapa menyusul? Selain Mega jadi presiden, satu jawaban lain yang mungkin adalah: menurunkan Amien Rais! Mengapa tidak? Bukankah soal turun menurunkan adalah hal biasa dalam demokrasi, seolah demokrasi melulu soal kebebasan gonta-ganti pejabat!

Beberapa alasan masuk akal dengan mudah bisa diajukan: Read More…

Demokrasi Komikal

Artikel Mini-Kata Koran Cepat Detik.

“Blog

Revolusi memakan anaknya sendiri. Tapi dalam kasus yang tengah menimpa Gus Dur, sebagian orang mungkin akan mengatakan “demokrasi tengah memangsa pendekarnya sendiri”. Sebutan “pendekar demokrasi” tentu saja didasarkan pada track-record aktivitas Wahid sebelum ia jadi presiden: Orang tahu bahwa dibanding tokoh-tokoh lain, Wahid adalah sosok yang lebih berakar pada gerakan-gerakan pro demokrasi vis a vis otoriterianisme Orde Baru waktu itu.

Read More…

Normalisme Jakarta

Artikel Mini-Kata Koran Cepat Detik.

“Blog

Bagi sebagian orang, ada satu hal yang disyukuri setiap kali Jakarta disergap kecemasan: banyak ruas jalan akan sepi, lalu lintas akan sangat lancar, dan Jakarta jadi terasa lebih manusiawi. Karena itu, meskipun terkesan kurangajar, sebagian orang justru mengharapkan Jakarta lebih sering dicekam isu kerusuhan. Mereka tentu saja bukan para penjahat atau politisi yang senang memancing di air keruh. Mereka hanya orang-orang biasa yang ingin hidup dalam kondisi “normal”.

Read More…

Tauladan SBY

Tentang Tokoh | Artikel Mini-Kata Koran Cepat Detik.

“Blog

Kita tahu, orang sama sekali tidak butuh keberanian untuk menentang kekuasaan saat ini. Apa yang ditakutkan dari sebuah kuasa yang tangannya satu persatu telah dibuntungi: melalui undang-undang atau tap MPR. Artinya, relasi antara keberanian dan perlawanan dalam konteks kekuasaan kini sudah lenyap. Karena itu, pada diri para penentang yang bawel itu, kita juga tidak pernah bisa menemukan satu hal pun yang punya harga. Semuanya seragam, membebek, sampah politik.

Read More…

Diaphtheirein

Artikel Mini-Kata


Dewan Pembina Yayasan Interseksi, Jakarta

“Blog

Sumber gambar: https://www.metmuseum.org/art/collection/search/426600.



Sebuah masa, ketika pecah pagi berlalu di langit Athena. Seorang lelaki tambun, sekarang kita mengenalnya dengan nama besar, Socrates, biasa keliling kota menebarkan kesangsian. Suaranya berat sedikit parau, kata-katanya deras seperti hujan di bulan November. Lidahnya tajam, bilah pedang pernyataan perang pada segala yang mapan. A round peg in a square hole. Read More…

Videologi Politik

Artikel Mini-Kata Koran Cepat Detik.


“Blog

Banyak hal yang bisa berubah dalam 5 sampai 10 detik. Apa yang berharga dari kilas watku sesingkat itu? Bagi perokok berat seperti saya, itu adalah waktu untuk setiap hisapan penuh nikotin yang cukup berbahaya bagi kesehatan. Cerita jadi lain bagi para produsen, pemburu dan pewarta berita sekarang. Bagi mereka 5 detik cukup untuk mengubah dunia. Kita sekarang berada di zaman ketika ideologi makin banyak ditertawakan, dan orang lebih percaya pada videologi.

Read More…

Bangsa yang Takut

Artikel Mini-Kata


“Blog

Kalau sebuah karya intelektual dibakar, yang dilalap api tentu bukan hanya kerja keras penulisnya, melainkan juga kehormatan seluruh kepala manusia yang punya otak waras. Ketika belakangan beberapa orang membakar buku-buku kiri, buruk rupa peradaban kita pun semakin memalukan.

Read More…

Destarastra

Artikel Mini-Kata

sumber: https://www.indictoday.com/quick-reads/tales-mahabharata-vidura-niti-part-iv-viduras-exhortation-dhritarashtra/

“Blog

Malam itu apa yang dirasakan Destarastra ketika Perang Kurukshetra, atau yang di Jawa disebut Bharatayudha, berakhir, dan seluruh amarah mengendap jadi debu, lalu bisu, dan angsana yang luruh? Dari cerita Sanjaya ia menyaksikan robohnya kehormatan jadi sederet panjang pekuburan. Seratus anak-anaknya bertumbangan, tumpas seperti batang-batang rumput disabit para pembuka lahan. Read More…