Sejak kekuasaan formal Seoharto gempa, banyak hal berubah. Ketika partai-partai politik di Indonesia bisa dibiakkan seperti bebek, berjumlah banyak, lantas apa yang bisa dilakukan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)? Dalam demokrasi, partai politik adalah saluran paling handal untuk mengerahkan dan mengartikulasikan kepentingan rakyat dari seluruh lapisan. Jika ini terjadi, lembaga-lembaga sosial yang bergerak pada bidang-bidang yang secara khusus memediasi relasi antara masyarakat dengan negera, seperti banyak terjadi dalam kasus LSM Indonesia sejauh ini, kemungkinan akan kehilangan relevansinya. Konsekwensinya, lembaga-lembaga donor internasional juga boleh jadi tidak akan lagi menjadikan bantuan finansial untuk proyek-proyek demokrasi di negara berkembang sebagai prioritas strategi pendanaan mereka.
Dalam kondisi seperti itu, areas of concern LSM kemungkinan akan bergerak menuju satuan yang jauh lebih besar, dengan pengelolaan isu yang juga jauh lebih luas cakupannya. LSM Indonesia, dengan kalimat lain, bolehjadi akan lebih disibukkan oleh isu-isu global, karena isu lokal menyangkut relasi publik dan negara telah diambilalih secara lebih efektif oleh partai-partai politik.