Berakhirnya Era Macintosh

Mac



Share


Blog Picture

Kalau Steve Jobs bisa menepati janjinya, Januari tahun 2001 nanti para pemakai Macintosh akan mendengar berita yang sangat mengguncangkan: era Macintosh telah berakhir. Setelah Apple berusaha keras mempertahankannya selama 16 tahun, satu-satunya sistem operasi komputer yang sanggup memberikan hubungan personal di hati pemakainya itu pun sebentar lagi harus mati. Zaman terus berubah, dan Mac OS telah terus dipacu untuk menyesuaikan diri pada perubahan itu, dan terbukti ia sanggup tetap bertahan. Tapi apa boleh buat Mac OS tidak pantas dipertahankan untuk masa depan. Ia harus surut ke belakang, dan lima tahun dari sekarang ia mungkin hanya akan tinggal sebagai kenangan.



Macintosh Adalah Soal Totalitas Pengalaman

Apa sebetulnya yang menarik dari Macintosh? Setiap kali menyebut Macintosh, asosiasi sebagian besar orang akan langsung tertuju pada user interface-nya yang terkenal. Tapi apa itu user interface? Orang bisa memiliki jawaban yang berlainan. Dan itu sah-sah saja. Kita tidak perlu harus selalu mengikuti definisi yang dimutlakkan oleh para ahli. Ada orang yang mengartikan user interface sebagai hanya tampilan pada layar yang tampak di mata pemakai. Konkretnya, user interface Macintosh menurut mereka adalah identik dengan graphical user interface (GUI) yang banyak ditiru pihak lain. Pengertian seperti ini tentu saja tidak sepenuhnya keliru. Sebab tampilan grafisnya yang sangat intuitif saja memang telah membuat Macintosh berada jauh di atas sistem-sistem operasi lain dalam hal kegunaan (usability).



Desktop Mac OS yang sudah sangat familiar dengan para penggunanya dari mulai System 7 sampai Sytem 9 (Sonata)



Tapi jika hanya itu, pengalaman memakai Macintosh sama sekali belum lengkap. Karena itu saya cenderung tidak membatasi user-interface hanya pada GUI, melainkan juga menyangkut kemampuan konektivitas mesin-mesin Apple dengan segala jenis perangkat (baik internal maupun eksternal) yang dihubungkan kepadanya. Saya akan mengambil satu contoh yang sangat mudah: soal konektivitas mesin Macintosh dengan perangkat keras (hard disk, CD-ROM drive atau Scanner) eksternal misalnya.

Di lingkungan Macintosh, sejak lama Apple telah menggunakan antarmuka SCSI (small computer system interface) untuk mengatur komunikasi antara mesin komputer dengan perangkat eksternal seperti hard disk dan CD-ROM drive. Antarmuka SCSI memberi jalur koneksi yang lebih cepat daripada antarmuka IDE yang umum ditemukan dalam komputer-komputer IBM PC-compatible, dan lebih cepat juga daripada teknologi Apple Desktop Bus (ADB) yang digunakan komputer Mac untuk koneksi keyboard, printer dan mouse. SCSI juga tentu saja bisa dipasang pada PCs, tapi bahkan sampai saat ini pemasangan perangkat melalui jalur SCSI pada IBM-PCs compatible lebih sering melahirkan mimpi buruk yang sangat menakutkan.

Apa yang harus Anda lakukan untuk memasang hard disk, CD-ROM atau scanner SCSI eksternal pada Macintosh? Anda hanya tinggal menghubungkan perangkat-perangkat tersebut dengan port SCSI yang sudah built-in dalam semua unit Macintosh, menancapkan kabel konektor listrik, menekan tombol untuk menghidupkannya, dan nyalakan Macintosh Anda. Setelah proses start-up selesai, seketika itu perangkat yang Anda pasang tadi akan segera muncul di layar desktop. Dan siap digunakan. Tidak ada set up, tidak ada pengaturan jumper, atau konfigurasi lainnya. Dan itulah apa yang oleh pemakai Windows biasa disebut plug-and play.

Desktop_smaller

Tampilan Desktop baru Mac OS X sampai pada versi DP-4. Terdapat beberapa perubahan minor dibandingkan dengan tampilan pada versi DP-3. Perhatikan ikon Apple warna biru yang ditempatkan persis di tengah-tengah menubar. Untuk sementara ini ia tidak berfungsi apa pun, bukan pula pengganti Apple Menu yang biasanya terletak di pojok kiri-atas layar. Benar-benar hanya ornamen visual yang pasti mengundang kontroversi. Tampilan visual Aqua pasti masih akan mengalami perbaikan minor pada versi finalnya.



Bahkan sampai edisi Windows 2000 dan antarmuka USB (Universal Serial Bus) saat ini, metode plug-and-play tetap saja masih jadi sebuah mimpi indah yang jauh dari kenyataan di lingkungan IBM-PCs compatible. Ironisnya, meskipun pertama kali dikembangkan untuk PCs, teknologi USB justru bisa jauh lebih terintegrasi dengan baik pada mesin-mesin Apple terbaru (generasi iMac dan setelahnya) dibanding mesin-mesin PCs. USB dan SCSI memang pertama kali dikembangkan di lingkungan PCs, tapi keduanya lebih dahulu menjadi standar dalam platform Macintosh.

User interface, dengan demikian, bisa juga diartikan sebagai mekanisme interrelasi atau integrasi total dari perangkat keras dan lunak yang membentuk pengalaman berkomputer. Dari sisi software ia bisa berbentuk Graphical User Interface (GUI) atau Command-Line Interface (CLI), sedangkan dari sisi hardware ia bisa berbentuk SCSI, IDE (Integrated Drive Electronic), Apple Desktop Bus (ADB), USB dan Fire Wire. Tujuan akhir dari integrasi tersebut adalah terbentuknya komunikasi antara pemakai dengan komputer yang digunakannya. Dan persis itulah yang menjadikan pengalaman memakai Macintosh tidak bisa digantikan oleh merek komputer lain. Ia memberi pemakaianya totalitas kemudahan yang hanya mungkin dicapai melalui integrasi penuh antara hardware dan software.
chess

Tampilan Games Chess yang built-in dalam Mac OS X, dan diporting langsung dari NextStep.


Tapi kenyamanan seperti itu tentu bukan tanpa resiko. Pilihan Apple untuk memakai standarnya sendiri dalam hardware dan software telah membatasi pilihan pemakai atas produk-produk standar industri yang tersebar di pasaran. Ia menjadi ekslusif dan tidak familiar dengan lingkungan yang lebih luas. Dengan kalimat lain, setiap kali harus membeli Macintosh seorang calon pemakai pada dasarnya dihadapkan pada pilihan dilemmatis: antara kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain, dan kenyataan bahwa mesin-mesin Mac tidak kompatibel dengan sebagian terbesar produk lain yang ada di pasar.

Karena itulah sejak mengeluarkan iMac, Apple mencoba menjawab isu kompatibilitas itu dengan secara penuh meninggalkan ADB dan SCSI dan menggantikannya dengan produk standar industri: USB dan lantas Fire Wire. Itu pun bukan tanpa persoalan. Ketika iMac pertama kali dikeluarkan, orang ribut soal kompatibilitasnya dengan peripheral lama yang masih menggunakan ADB dan SCSI. Jelas bahwa dalam praktiknya selalu ada resiko berat yang harus ditanggung dari setiap kebijakan yang berusaha membuat perubahan radikal dari kebiasaan yang telah berlangsung lama.

Arti Sebuah “X”: Akhir yang Menggembirakan

Kalau segalanya berjalan sesuai rencana, mulai Januari 2001 Apple Computer akan mulai mengapalkan Mac OS X (baca: sepuluh). Setiap unit Mac yang dipasarkan sejak itu akan secara pre-installed dipasangi Mac OS X. Peluncuran Mac OS X akan menandai selesainya proses migrasi total paltform Macintosh yang sudah dimulai sejak transisi dari mesin-mesin Motorola 680x menjadi PowerPC di awal dekade 1990-an yang lalu. Selengkapnya proses migrasi transisional tersebut bisa dilihat dalam skema berikut:



Skema I
Transisi Proses Migrasi Platform Macintosh
skema_transisi


Dari gambaran sekema I tadi pada dasarnya kita bisa mengatakan bahwa mulai 2001 Macintosh yang selama ini dikenal orang sebenarnya sudah tidak akan ada lagi. Berbeda dengan para vendor PCs yang lebih suka memilih pendekatan evolusioner dalam proses transisi hardware, misalnya, Apple Computer justru memilih cara yang sangat radikal. Contoh terbaik tentang itu tentu saja adalah introduksi iMac : sebuah komputer yang perangkat kerasnya sama sekali tidak kompatible dengan mesin-mesin generasi sebelumnya. Tidak satu pun vendor PC yang berani melakukan langkah radikal seperti ini sebelumnya.

Orang tentu masih ingat bagaimana publik begitu ramai mengecam Apple karena secara total telah membuang floppy disk drive dan ADB dari iMac. Tapi beberapa bulan setelah itu, ratusan produsen ramai-ramai membuat floppy-drive eksternal dan perangkat lain berbasiskan USB. Aliansi dua raksasa, Intel dan Microsoft, kemudian juga ikut-ikutan menggagas PC masa depan sebagai “PCs without legacies” dan sangat keras mendorong pemakai untuk mulai meninggalkan antarmuka ISA atau PS/2 dan menggantinya dengan USB.

help2

Fasilitas Help dalam Mac OS X yang tampilannya lebih elegan daripada versi Mac OS sebelumnya.


Berakhirnya era Macintosh (Klasik) secara sempurna ditandai oleh perpindahan sistem operasinya ke dalam lingkungan Unix melalui Mac OS X. Perhatikan baik-baik karakter Romawi “X” yang dipakai Apple Computer untuk sistem operasinya yang baru, karena ia pada dasarnya adalah simbol dari sebuah itikad yang ditujukan ke dua arah: Pertama, karakter “X” yang dipakai untuk menunjuk bilangan 10 (sepuluh) sama sekali berbeda dengan tradisi Apple yang selama ini selalu memakai angka Arab (Mac OS 7, Mac OS 8 atau Mac OS 9). Karena itu banyak orang yang berpendapat bahwa “X” adalah ikon untuk “UniX” yang menjadi basis dari sistem operasi baru tersebut.

Kedua, Apple tidak menyebut sistem baru itu sebagai Mac OS EX tapi Mac OS Sepuluh. Ini adalah salah satu bentuk politik pemberian nama yang sangat halus tapi sekaligus juga cerdas. Dengan cara itu Apple berusaha untuk tetap memberi kesan bahwa tradisi Macintosh (kemudahan dan kesederhanaan) tidak akan pernah ditinggalkan. Artinya, sistem yang baru nanti, meskipun pada dasarnya adalah sebuah sistem yang sama sekali baru dan sangat berbeda bahkan tidak memiliki hubungan sama sekali dengan edisi-edisi Mac OS sebelumnya, tetap dianggap sebagai kelanjutan dari apa yang sekarang ada. Setelah Mac OS 9, sistem operasi berikutnya adalah Mac OS 10.

Di samping itu, penggunaan karakter Romawi “X” juga memberi impresi yang lebih dalam, terutama ketika Apple juga bermaksud memperkenalkan GUI yang baru: Aqua. Penamaan semacam itu akan memberi kesan seksi, persis sama seperti kesan yang timbul dari mesin-mesin mereka yang terbaru (iMac, iBook, Power Mac G3 dan G4 serta PowerBook Bronze).

column_view

Column View adalah salah satu opsi View dalam jendela Finder dalam Mac OS X yang tidak ada dalam Mac OS versi sebelumnya.


Bandingkan misalnya dengan strategi yang ditempuh oleh Gil Amelio ketika ia memperkenalkan Rhapsody sebagai ganti Mac OS. Waktu itu orang berusaha digiring untuk percaya bahwa Mac OS yang sangat dicintainya secara total akan diganti oleh sistem berbasis Openstep. Strategi semacam ini terbukti sama sekali tidak mendapat respon positif baik dari pemakai maupun para pengembang software. Dan itulah bukti lain kejeniusan strategi Steve Jobs yang bisa meyakinkan bahwa Mac OS akan tetap menjadi “crown jewel” bagi platform Macintosh. Padahal di balik itu substansinya tetap sama: yakni pengakuan bahwa Mac OS sebenarnya sudah tidak lagi bisa dipertahankan untuk masa depan.

Bagi para pengembang software dan pemakai berpengalaman, Mac OS X akan identik dengan hal-hal berikut: preemptive multitasking, protected memory, modern memory management, multi-threading, symetric multiprocessing, faster networking, Unix-compliance, Darwin, OpenGL, Quartz, dan WebObject. Itulah features yang ditunggu-tunggu mereka selama bertahun-tahun. Dengan itu semua pengalaman memakai mesin-mesin G3 dan G4 akan memberikan ketangguhan performa yang sebanding bahkan lebih baik dari Solaris, Linux, Windows 2000, dan varian-varian Unix yang lain yang sejak lama dianggap sebagai sistem high-end. Berakhirlah sudah era Macintosh sebagai mesin yang dianggap “mainan” oleh para power user. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Apple Computer menawarkan sistem yang bukan hanya elegan, mudah digunakan dan sangat ramah tapi juga sangat powerful.

Di lain pihak, bagi sebagian besar pemakai Mac OS X hanya akan identik dengan Aqua: tampilan (atau lebih tepat disebut teknologi) GUI Macintosh yang sangat jauh berbeda dengan tampilan Mac tradisional. Seperti tersirat dari nama yang dipilih, Aqua adalah tampilan grafis teknologi tinggi yang sangat halus, cair, dan benar-benar bisa mempesona mata semua orang yang melihatnya. Tidak pernah ada satu pun tampilan grafis yang kualitasnya mendekati Aqua. Windows 2000, Mac OS 9, macam-macam shell Linux, dan seluruh GUI yang pernah ada di planet ini akan terlihat benar-benar buruk dan membosankan jika dibandingkan dengan Aqua.

Apple kembali akan mengguncang industri komputer dengan Aqua. Bentuk, responsivitas, efect videotik, ukuran dan kualitas grafis dari jendela, icon, transparansi menu dan dialog-box, dan seluruh elemennya akan menjadikan Aqua sebagai satu-satunya GUI yang layak hidup di milenium ketiga. Secara teknologis, tampaknya hanya Aqua yang akan mendekatkan mimpi kita tentang antarmuka tiga dimensi tidak lama lagi. Untuk memakai ungkapan Steve Jobs, GUI versi Aqua benar-benar akan membuat Anda “ingin menjilatnya”.

Setelah disalin habis-habisan oleh Microsoft melalui Windows 9x, tahun depan Apple akan kembali memperlihatkan Macintosh sebagai sistem yang berbeda dalam segala hal dengan Windows. Dari sisi penampilan, Aqua akan makin menyempurnakan koherensi antara tampilan mesin-mesin baru Apple (iMac, iBook, PowerMac G3/G4 dan PowerBook) dan sistem operasi yang berjalan di atasnya. Para pecinta iMac akan mendapatkan sebuah koordinasi warna yang sempurna melalui Aqua. Tak satu pun perusahaan komputer yang bisa melakukan ini selain Apple Computer.

Beda antara Mac OS X dan Mac OS 9 pada dasarnya mirip dengan perbedaan radikal antara Windows 98 dan Windows 2000. Artinya, perbedaan tersebut bukan sekedar hasil upgrade biasa melainkan benar-benar perpindahan menuju sebuah basis teknologi yang baru dan berbeda sama sekali. Secara teknologis, Mac OS X bukan kelanjutan Mac OS 9 seperti Windows 2000 juga bukan kelanjutan Windows 98. Melebihi beda antara Windows 98 dan Windows 2000, melalui Mac OS X Apple Computer telah membuat sebuah lompatan mulus yang menyeluruh: perubahan berlangsung pada seluruh elemen mulai dari perombakan kosmetik melalui Aqua sampai ke basis teknologinya.

Di samping itu, kalau Microsoft memilih cara membagi konsumen menjadi dua segmen antara segemen high-end (untuk Windows 2000) dan segmen consumer (untuk Windows 98 dan kelak Windows Millenium), Apple Computer merupakan satu-satunya perusahaan yang berani menawarkan sebuah sistem operasi untuk dua segmen tersebut sekaligus. Dengan kalimat lain, Mac OS X adalah sistem operasi tunggal untuk power users dan consumer users sekaligus. Kedua segmen pemakai tersebut akan sama-sama mendapatkan sebuah sistem operasi yang persis sama: mudah dipakai, ramah, sophisticated dan powerful. Melalui sistem yang sama Apple juga akan menyediakan opsi terbaik bagi mereka yang menyukai Command-Line Interface (CLI).

Saya akan menjelaskan teknologi Mac OS X secara lebih rinci dalam tulisan tersendiri.

Jakarta, 16 Mei 2000