Review

Menimbang buku Global Transformation and the Third World

Review Artikel


“Blog


Judul Buku: Global Transformation and the Third World
Editor: Robert O. Slater, Barry M. Schutz, dan Steven R. Dorr
Penerbit: Lynne Rienner Publisher, Boulder, Adamantine Press, London
Tahun Terbit: 1993
Esay yang dibahas: “Global Economic Transformation and Less Developed Countries”



Sampai empat belas tahun yang lalu, tepatnya tahun 1988, kata jadian “globalisasi” sama sekali belum tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen P dan K dan Balai Pustaka. Ini paling tidak bisa berarti dua kemungkinan: globalisasi belumlah menjadi terminologi yang dikenal luas atau, kalau tidak, hal tersebut justru memperlihatkan bagaimana perkembangan khasanah bahasa Indonesia cenderung kurang responsif terhadap perkembangan zaman yang bergerak begitu cepat.

Read More…

Virus Media! Agenda Terselubung dalam Budaya Popular

Rangkuman Buku


“Blog

Di samping merupakan momen cukup penting dalam sejarah negara Orde Baru, peristiwa wafatnya Nyonya Tien Soeharto tgl 28 April 1996 yang lalu di sisi lain juga berhasil mengungkapkan sebuah indikasi tentang kekuatan media dalam menciptakan sebuah realitas ( a socially constructed reality). Ketika praktis selama lebih dari dua puluh jam seluruh media massa (televisi, radio, dan media cetak) yang ada hanya menyiarkan acara-acara yang masih berkait langsung dengan peristiwa kematian istri presdien tersebut, maka paling tidak ada dua persoalan menarik yang bisa diperhatikan. Pertama, teknologi media massa telah memungkinkan penyebaran berita (duka) ke seluruh pelosok negeri dalam skala waktu yang sangat kecil: cucu Obahorok yang men-tuning radionya di lembah Baliem akan mengetahui kabar kematian tersebut sama cepatnya dengan warga Jakarta yang tinggal di Jakarta--tidak jauh dari kediaman almarhum--atau Nyonya Siti Hardijanti Rukmana yang konon tengah berada di London.

Read More…

Membaca Lagi Teori Pembangunan, Mengenang Dances With Wolves

Sosiologi Pembangunan


“Blog

Debat Pembangunan: Sebuah Retrospeksi

Ketika pertama kali membaca beberapa teori pembangunan pada akhir dekade 1980an sampai tahun-tahun awal dekade 1990an, di lingkungan universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, waktu itu saya langsung dihadapkan pada dua kutub pendekatan yang bukan hanya berbeda melainkan bahkan bertolakbelakang satu dengan yang lain: pendekatan kultural dan pendekatan struktural. Dalam kaitannya dengan problem pembangunan di Indonesia, misalnya, kalau yang pertama lebih kurang berurusan dengan wilayah mental world yang dianggap tidak atau belum sesuai dengan tuntutan modernisasi, yang kedua lebih kurang berurusan dengan wilayah di luar mental, structural constrainst, yang membuat potensi masyarakat untuk berkembang selalu terhambat.

Read More…

Dongeng Kecil tentang Shokunin (Extended Version)

Budaya



Share


“Blog


Catatan Personal:
Kawan-kawan di situs Jalankaji meminta seluruh redaksi menulis singkat tentang buku favorit mereka di tahun 2020. Bagi saya ini tidak terlalu mudah, karena lebih dari separuh waktu saya di tahun 2020 habis untuk mengerjakan buku Sudah Senja di Jakarta (SSDJ) bersama teman-teman di Populi Center. Tapi karena diberlakukan Work from Home (WFH) waktu yang tersedia jauh lebih melimpah dari biasanya. Dalam interval waktu itu pula saya menemukan buku Japanese Wordworking Tools. Their Tradition, Spirit, and Use (1984). Di luar dugaan buku ini ternyata berisi banyak hal yang sejak lama ingin saya ketahui tentang seluk beluk tradisi pekerja kayu di Jepang yang mengagumkan itu. Maka inilah buku yang saya pilih untuk diceritakan dalam rubrik "bacaan favorit editor" di situs Jalankaji tadi.

Karena kebetulan ada libur cukup panjang di akhir tahun, dan sebagai selingan dari postingan tulisan-tulisan lama, saya mencoba mengembangkan tulisan singkat untuk Jalankaji tadi berikut ini:



Suatu saat saya ingin bisa menulis tentang kayu, karena sejak kecil saya suka mendengar suara ketika bilah ketam yang tajam mengupas permukaan papan atau balok Jati, menghempaskan lapisan tipis-tipis melalui lubang di punggugnya. Berulang-ulang. Bunyi yang nyaring bening, bersih, menukik tapi tetap terdengar halus di ujung. Musik.

Read More…