Editorial

Minoritas, Multikulturalisme, Modernitas



“Blog

Tendensi-tendensi pembangunan ekonomi ke arah perampingan multiplisitas program-program kultural masyarakat sudah banyak digugat di banyak tempat. Demi kepentingan ekonomi, beberapa aspek kebudayaan masyarakat sering terpaksa harus dikorbankan atau, pada level yang lebih rendah, mengalami komodifikasi menjadi objek yang bisa dijual agar bisa mendatangkan keuntungan ekonomi seperti dalam proyek-proyek turisme. Turunan dari komodifikasi adalah komoditisasi ketika budaya khas suatu daerah, misalnya, dikemas sedemikian rupa sehingga sebagai sebuah paket wisata pada dasarnya sulit dibedakan dengan paket wisata kultural dari wilayah lain. Kultur yang mengalami komoditisasi mengalami standarisasi sehingga menjadi seragam. Keragaman dan beda dianggap potensial mendatangkan ketidakteraturan, khaotik, dan bisa merugikan. Tema-tema seperti ini pernah menjadi pokok diskusi akademik yang cukup menarik dalam membicarakan proyek-proyek modernisasi melalui pembangunan ekonomi di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, paling tidak sejak pertengahan dekade 1990an, tanpa sebab yang jelas debat-debat teori pembangunan berangsur-angsur meredup.


Read More…

Minoritas, Konformitas, dan Jumlah yang Tidak Selalu Jelas

Sebuah Prakata untuk Isu Hak Minoritas


Share


“Blog

Konformitas adalah naluri yang sangat kuat. Ada rasa aman yang disediakan di dalam jumlah, dan di luar jumlah itu orang membutuhkan lebih dari naluri untuk bisa berbeda dari kebanyakan orang lain. Maka orang cenderung mengatur hidupnya di atas landasan yang disepakati secara bersama-sama oleh sejumlah orang tertentu. Menjadi mayoritas dalam jumlah memberi orang sebuah rasa aman karena ia menyediakan kesamaan-kesamaan atribut dengan sejumlah sangat besar khalayak. Sebaliknya, berbeda dengan mayoritas sering mendatangkan perasaan tidak aman atau, paling tidak, beresiko dianggap minor, aneh, menyimpang, tertinggal, terasing dengan segala konsekwensinya. Individu atau sekelompok individu menjalani cara hidup yang berbeda dari mayoritas bisa karena pilihan bisa pula karena sebab-sebab historis tertentu, seperti pengabaian oleh negara dalam kebijakan-kebijakan modernisasi, atau oleh representasi dalam wacana. Sebagai pilihan atau karena secara historis dan politis diciptakan, kelompok-kelompok minoritas adalah fakta yang selalu ada dalam setiap negara. Salah satunya adalah kelompok minoritas berbasis etnis/agama.

Read More…