Tabloid Swara

Empat Huruf yang Menyakitkan

Catatan tahun 1992



Share

“Blog

Pernahkah Sang Budha atau orang suci lainnya terbahak? Atau adakah mereka orang yang senantiasa tampil tegar, sedikit senyum, serius melulu menyuntuki nasib dunia—seperti dokter memeriksa preparat melalui mikroskop? Kita tak persis tahu jawabannya. Karena pekabaran yang kita tangkap tentu tak demikian lengkap. Kita hanya sanggup mencegat kesan, yang itu pun kadang seperti bunglon. Semakin ngotot kita meyakini salah satu warnanya, semakain kelirulah kesimpulan kita. Yang pasti, dalam hidup ini ada banyak wilayah yang seakan enggan bersinggungan dengan gelak tawa. Kaku, sepi dan dingin seperti tembok rumah bekas Belanda. Ia cenderung menghindar dari ketawa yang lepas. Sebab hanya dalam sunyi ada keheningan untuk merapatkan rasa, sedangkan ketawa sering diidentikkan dengan nafsu. Dan nafsu itu dari syetan, perusuh setiap itikad baik yang serius.

Read More…