Sastra

Something is Rotten in the State of Denmark

Belajar lagi membaca sastra sambil mengenang Pak Kayam*



“Blog


Saya selalu tergoda membayangkan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh Horatio, ketika tubuh-tubuh para bangsawan ksatria Kerajaan Denmark yang terhormat itu, satu per satu membujur disungkurkan oleh kematian? Kejahatan, culas, benci, dendam, pembalasan, justa, serakah, berahi, dan cinta yang karam beraduk tuntas, dan kerajaan seperti terbenam dalam lumpur maut, tanpa peluang bisa keluar selamat. Horatio menjadi saksi tumpasnya sebuah kuasa yang dibangun di atas berbagai khianat, kebohongan, kebodohan, ancaman, dendam kesumat, manipulasi, dan semata nafsu atas tahta. Ia dipilih Shakespeare untuk melihat sampai tamat ketika manusia bertumbuh menjadi makhluk-makhluk buas yang saling menerkam, baku bunuh. Jiwa-jiwanya seperti asap hitam mengotori angkasa. Di istana angkara melela, dan lolong anjing hutan tak putus-putus meningkahi malam.

Read More…